Di Tepi Batang Ot Danum

Pagi2 barusan, saya disamperin sejarawan. Usianya 79 tahun. Sejarawan tak tercatat di buku-buku pelajaran sejarah.

Kemarin hari kucari rumahnya ndak nemu, tau2 pagi ini sudah berada di depan rumah tempatku menginap.

“Tau saya darimana?” sapanya sambil melepas topinya.

Ia seorang pensiunan guru. Mulai mengajar tahun 1959.

“Dari orang warung kemarin, Pak. Saya mahasiswa, dari Jogja..”

“Oo..”

“Katanya, dulu bapak pernah menulis sejarah daerah sini ya Pak?”

“Iyaa..dulu. Tapi malas sudah sekarang kadak aku tulis. Karena kalau aku tulis, nanti namaku dihapus, digantinya dengan nama orang2 itu”

..lalu saya pun didongengi tentang sejarah perubahan daerah sini.. sambil klepas-klepus.

Usianya memang terbilang tua. Tapi ketika sudah bercerita.. ingatannya tajam. Aku menduga, jangan2 karena ia merawat sejarah dalam ingatannya itulah, cerita berbalik merawat ingatannya.

Iklan