The Logic of News

“Apa yang kita baca pada hari ini dengan segera kita lupakan karena kita mesti membaca berita pada hari esok. Setiap hari berita berubah dan mendera kita dengan kebaruan yang permanen. Akibatnya, kita tidak pernah dapat merujuk kembali pada titik awal dari peristiwa, karena apa yang kita baca/lakukan pada hari ini segera kita lupakan pada hari esok. Kita hidup dalam kecepatan tetapi tanpa substansialitas. Akibatnya, kita kehilangan fondasi substansial dalam membangun kehidupan, baik pribadi maupun sosial.” – Robertus Robert, dalam artikel berjudul “Modernitas dan Tragedi: Kritik dalam Sosiologi Humanistis Zygmunt Bauman”, di jurnal “Masyarakat: Jurnal Sosiologi” 20 (2): 139-157.

“If they fall ill, it is because they were not resolute and industrious enough in following the health regime. If they stay unemployed, it is because they failed to learn the skills of winning an interview or because they did not try hard enough to find a job or because they are, purely and simply, work shy. If they are not sure about their career prospects and agonize about their future, it is because they are not good enough at winning friends and influencing people and have failed to learn as they should the arts of self-expression and impressing others” (Zygmunt Bauman, “The Invidualized Society”: 2001: 47).

Berkenalan dengan pemikiran Zygmunt Bauman, mengingatkanku pada film Fight Club.

“Kulihat orang-orang yang terkuat dan terpandai. Kulihat semua potensi ini. Dan kulihat itu disia-siakan. Seluruh generasi memompa gas, menunggu meja, atau jadi budak berdasi. Iklan membuat kita mengejar mobil dan pakaian, mengerjakan pekerjaan yang kita benci supaya kita bisa membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan. Kita adalah anak-anak sejarah, tanpa tujuan atau tempat. Tak ada perang besar, tak ada depresi besar. Perang besar kita adalah spiritual. Depresi besar kita adalah hidup. Kita dibesarkan untuk percaya suatu hari jadi jutawan dan bintang rock, tapi sebenarnya tidak. Dan kita mempelajari fakta itu, dan kita menjadi sangat marah.”

Agaknya ulasan Robertus Robert tentang sosiolog Bauman menemukan bentuknya pada film yang diperankan Brad Pitt. Individu tanpa individualitas.

Iklan